Sejumlah kasus menghebohkan mewarnai 2009. Inilah enam kasus paling menghebohkan Pertama, dua lembaga penegak hukum di negeri ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri terlibat perseteruan panjang. Publik mengenalnya dengan kasus cicak versus buaya.
Istilah cicak versus buaya pertama kali diucapkan oleh Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji pada 30 Juni. Cicak istilah untuk KPK yang dianggap bodoh hendak melawan seniornya, polisi, diibaratkan buaya.
Kasus ini berawal dari kegeraman Susno yang merasa telepon selulernya disadap KPK. Saat itu sang cicak tengah menyelidiki dugaan penyelewengan dana penyelamatan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun. Sementara Mabes Polri justru tengah mengincar pimpinan KPK atas laporan pemerasan.
Kasus ini memuncak dengan ditahannya dua pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah atas dugaan memeras uang Rp 5,6 miliar kepada pengusaha PT Masaro Radiocom, Anggoro Widjojo. Belakangan terkuak, adanya rekayasa dan kriminalisasi KPK dalam kasus ini setelah rekaman sadapan KPK diperdengarkan dalam sidang Mahkamah Konstitusi.
Sang buaya akhirnya kalah oleh cicak yang mendapat dukungan luas dari publik. Untuk memvirifikasi kasus perseteruan cicak lawan buaya, Presiden Susilo Bambang Yuhdhoyono turun tangan dan membentuk Tim Delapan.
Tahun ini juga dihebohkan dengan mega skandal dalam kasus perbankan. Alih-alih menutup Bank Century, pemerintah justru memilih menyelamatkan bank bermasalah ini dengan menyertakan modal lewat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) senilai Rp 6,7 triliun. Jadilah bank milik Robert Tantular ini selamat. Tapi langkah penyelamatan ini menimbulkan kontroversi. Bahkan, hingga kini.
Maklum, berdasarkan audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK yang diserahkan ke DPR, 20 November lalu, ditemukan sejumlah indikasi pelanggaran dan tindak pidana dalam pencairan dana penyelamatan Rp 6,7 triliun. Kini langkah penyelamatan Bank Century sedang ditangani Panitia Khusus Hak Angket DPR dan kasus hukumnya ditangani KPK. Sementara Robert Tantular hanya divonis empat tahun penjara. Padahal, ia terbukti merampok duit nasabahnya triliunan rupiah.
25 Februari 2009, 38 partai nasional dan empat partai lokal mendeklarasikan antikorupsi. Namun belum genap dua pekan deklarasi, satu per satu rekan mereka ditangkap KPK. Bahkan, terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Ada tujuh anggota DPR yang tersangkut kasus korupsi. Al Amin Nasution dari Fraksi PPP, politisi dari PKB, Yusuf Emir Faisal, dan Sarjan Taher dari Fraksi Demokrat. Ketiga anggota dewan ini terjerat kasus suap alih fungsi hutan di Tanjung Api-Api, Sumatra Selatan. Al Amin divonis delapan tahun penjara. Sementara Yusuf Emir dan Sarjan Taher masing-masing empat setengah tahun penjara.
Nama wakil rakyat lain yang tersandung kasus korupsi antara lain Saleh Djasit dari Fraksi Golkar, Bulyan Royan Fraksi Partai Bintang Reformasi, politisi Golkar, Hamka Yamdu, dan Abdul Hadi Jamal dari Fraksi Partai Amanat Nasional. Alhasil, tidak ada fraksi di DPR yang politisinya bebas dari kasus korupsi.
4 Mei 2009, Ketua KPK Antasari Azhar ditahan polisi atas tuduhan berada di balik pembunuhan Direktur PT Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen. Kasus ini masih belum tuntas hingga kini lantaran persidangan atas Antasari masih berlangsung. Dalam persidangan terungkap Nasrudin ditembak usai bermain golf di padang golf Modernland, Cikokol, Tangerang, Banten, 14 Maret. Antasari dituduh menjadi otak pembunuhan ini.
Yang tak kalah heboh dari kasus Antasari adalah adanya bumbu cinta segitiga dengan Nasrudin yang melibatkan mahasiswi cantik, Rani Julianim, cady golf. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 15 Desember, sempat pula diperdengarkan rekaman pembicaraan Rani dengan Antasari di kamar 808 Hotel Grand Mahakam. Selain dinilai mencoreng institusi penegakan hukum, kasus ini juga mengandaskan karier Antasari sebagai ketua KPK. Jabatan yang sangat terhormat di negeri ini.
Tahun ini juga diwarnai krisis energi. Sebagian wilayah Ibu Kota akhirnya harus mengalami pemadaman bergilir selama beberapa bulan akibat defisit listrik yang dialami PLN menyusul kejadian serupa di daerah lain. Pemadaman bergilir di Jakarta terjadi akibat meledaknya trafo gardu induk Kembangan dan Cawang pada 29 September. Padahal, sistem listrik Jawa-Bali-Madura selama ini dianggap dalam kondisi normal sehingga Ibu Kota tak pernah mengalami krisis listrik.
Hingga akhir 2009, PLN masih mengalami defisit listrik 460,2 megawatt. Dari 24 sistem kelistrikan yang ada di Indonesia, 11 sistem di antaranya dipastikan mengalami krisis akibat tak mampu melayani kebutuhan, terutama saat beban puncak. Krisis ini diakui Direktur Utama PLN, Fachmi Mochtar, akan terus terjadi hingga pertengahan 2012. Kabar baiknya, pemerintah memastikan proyek pembangunan pembangkit 10 ribu megawatt dipercepat.
17 Juni 2009, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aulia Pohan, yang juga besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono divonis empat tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Aulia dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp 100 miliar pada 2003. Aulia disidang bersama tiga mantan deputi gubernur BI lainnya, yakni Maman H. Somantri, Bunbunan Hutapea, serta Aslim Tadjuddin. Maman mendapatkan
hukuman yang sama dengan Aulia. Sementara Bunbunan dan Aslim dihukum empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta.
Kasus ini juga telah menjerat mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, Mantan Kepala Biro Gubernur BI Rusli Simanjuntak, mantan Deputi Direktur Direktorat Hukum BI Oey Hoy Tion, serta mantan anggota DPR Antony Zeidra Abidin dan Hamka Yandhu.
Dana Rp 100 miliar tersebut layaknya dipakai bancakan para pejabat BI dengan mengatasnamakan bantuan hukum. Sebanyak Rp 31 miliar di antaranya digunakan untuk pembahasan masalah Bantuan Likuiditas BI (BLBI) dan menyuap sejumlah anggota DPR saat revisi Undang-undang BI.
31/12/09
15/12/09
MAFIA PERADILAN
Kita semua tahu tentang berita kriminalisasi KPK dan sadapan telepon dari para tersangka korupsi dan para penegak hukum di Indonesia, meninbulkan pertanyaan baru.Ada apa sesungguhnya yang terjadi? Mengapa ada pihak-pihak yang begitu beranimelawan arus? Siapakah tokoh kuat yang berada di belakangnya?
Masyarakat umum tak perlu terlalu cerdas untuk memahami kisruh penangkapan ketua KPK non-Aktif, Bibit dan Candra.Kok yang jela-jelas teleponnya disadap sedang mengatur skenario kriminalisasi KPK tidak ditangkap, sementara testimoni Anggoro yang belum terbukti sudah dijadikan alat bukti kuat untuk menjebloskan Bibit dan Candra?
Apakah ada kasus besar lain yang hendak ditutup-tutupi? Aliran Bank Century mialnya yang di-bail out hingga 6,7 trilyun rupiah? Kemana larinya uang segede itu, padahal rakyat yang di masa kemerdekaan rela berdarah-darah untuk mendirikan republik ini, adalah pemilik sah uang tersebut?
Rekaman percakapan telepon atau pun mencuatnya kasus Bank Century setidaknya menyumbangkan dua hal. Kedua-duanya negatif. Pertama. bahwa ekonomi kerakyatan itu belum sepenuhnya dijalankan. Ekonomi hanya bergulir diantara para cukong yang menjalin hubungan erat dengan para penguasa untuk sama-sama mengotak-atik uang rakyat. Kedua, bahwa wibawa para penegak hukum kita mungkin hampir musnah. Hukum dapat dibeli. Siapa yang kuat modal, dialah yang akan mengatur hukum. Hmmmmm....enak ya!
Tak peduli apakah rakyat tak berdosa menjadi korban atau hutan belantara yang menjadi paru-paru dunia menjadi hancur.
Jika tidak ada penyelesaian yang memuaskan rasa keadilan rakyat banyak, maka tidak tidak bisa disalahkan apa bila muncul kesimpulan yang mungkin dapat membuat sementara pihak gerah. Bahwa roda pemerintahan yang selama ini berjalan, bukanlah berada dibawah kendali para pimpinan yang memiliki nasionalisme yang sesungguhnya, yang mengajarkan cinta tanah air dan rela berkorban untuk membela rakyat. Tapi di kelola oleh sebuah kartel kepentingan yang mengedepankan keuntungan ekonomi dan politik segelintir pihak saja. Dapat dibayangkan bila para penegak hukum dapat disetir oleh para penguasa kelas kakap untuk menyulap kasus yang menimpa dirinya menjadi menimpa orang yang mempermasalahkannya dengan tuduhan pemerasan. Hukum dapat direkayasa. Aparat penegak hukum pun dapat diarahkan Apa kata DUNIA!!. Dasarrrrr MARKUS....
Lalu siapa yang menjadi penguasa di negri ini?
KEMANAKAH WIBAWA HUKUM KITA?
"Hanya Tuhan lah yang maha tau"
(sumber risalah)
Masyarakat umum tak perlu terlalu cerdas untuk memahami kisruh penangkapan ketua KPK non-Aktif, Bibit dan Candra.Kok yang jela-jelas teleponnya disadap sedang mengatur skenario kriminalisasi KPK tidak ditangkap, sementara testimoni Anggoro yang belum terbukti sudah dijadikan alat bukti kuat untuk menjebloskan Bibit dan Candra?
Apakah ada kasus besar lain yang hendak ditutup-tutupi? Aliran Bank Century mialnya yang di-bail out hingga 6,7 trilyun rupiah? Kemana larinya uang segede itu, padahal rakyat yang di masa kemerdekaan rela berdarah-darah untuk mendirikan republik ini, adalah pemilik sah uang tersebut?
Rekaman percakapan telepon atau pun mencuatnya kasus Bank Century setidaknya menyumbangkan dua hal. Kedua-duanya negatif. Pertama. bahwa ekonomi kerakyatan itu belum sepenuhnya dijalankan. Ekonomi hanya bergulir diantara para cukong yang menjalin hubungan erat dengan para penguasa untuk sama-sama mengotak-atik uang rakyat. Kedua, bahwa wibawa para penegak hukum kita mungkin hampir musnah. Hukum dapat dibeli. Siapa yang kuat modal, dialah yang akan mengatur hukum. Hmmmmm....enak ya!
Tak peduli apakah rakyat tak berdosa menjadi korban atau hutan belantara yang menjadi paru-paru dunia menjadi hancur.Jika tidak ada penyelesaian yang memuaskan rasa keadilan rakyat banyak, maka tidak tidak bisa disalahkan apa bila muncul kesimpulan yang mungkin dapat membuat sementara pihak gerah. Bahwa roda pemerintahan yang selama ini berjalan, bukanlah berada dibawah kendali para pimpinan yang memiliki nasionalisme yang sesungguhnya, yang mengajarkan cinta tanah air dan rela berkorban untuk membela rakyat. Tapi di kelola oleh sebuah kartel kepentingan yang mengedepankan keuntungan ekonomi dan politik segelintir pihak saja. Dapat dibayangkan bila para penegak hukum dapat disetir oleh para penguasa kelas kakap untuk menyulap kasus yang menimpa dirinya menjadi menimpa orang yang mempermasalahkannya dengan tuduhan pemerasan. Hukum dapat direkayasa. Aparat penegak hukum pun dapat diarahkan Apa kata DUNIA!!. Dasarrrrr MARKUS....

Lalu siapa yang menjadi penguasa di negri ini?
KEMANAKAH WIBAWA HUKUM KITA?
"Hanya Tuhan lah yang maha tau"
(sumber risalah)
08/12/09
OPERA DI NEGRI MIMPI

Wey ada lagi pertunjukan baru tambah seruuuuuuuuuuuuuu...! apa tuh
Dorce bilang......

Ah... gak berani baca aza tuh di kotak kuning!!!!
Apa lagi katanya pemerintahan yang baru (mentri) diangkat bukan karena prestasi melainkan pembagian kekuasaan, wah....gimana tuh pak"

Ko Budi Handuk di angkat jadi
Rumit sekali untung bukan Ki Daus..hahahaha.....

Simenkeu tuh tambah menor aza bukannya siap-siap tampil malah sibuk gak karukaruan....! bersin dulu tuh BPR CENTURY kasihan banget terserah mo di TACCCCCK offer juga boleh....asal jangan ditalngin aza.

Huihsssss....jadi BeTe nonton nya juga
Mendingan pesan aza ah buat si
Berjuang terus basmi tikus-tikus laknat....dan pertahankan kebersihan MU!!!
06/12/09
05/12/09
''SEKILAS INFO TENTANG FACEBOOK''

FACEBOOK merupakan website jaringan sosial, dimana para penggunanya dapat bergabung dalam suatu komunitas seperti kota, pekerjaan, sekolah dan daerah untuk melakukan koneksi dan berinteraksi satu sama lain. Pengguna juga dapat menggunakan daftar teman mereka, mengirim pesan, dan memperbaharui profil pribadinya agar penggguna lain dapat melihat secara lebih detail.
Facebook diluncurkan pertama kali pada 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg. Pada awalnya facebook digunakan sebagai media untuk saling mengenal bagi para mahasiswa Harvard. Dalam waktu dua minggu setelah diluncurkan, separuh dari mahasiswa Harvard telah mendaftar dan memiliki account di facebopok. Tak hanya itu, beberapa kampus lain di sekitar Harvard pun meminta untuk dimasukkan dalam jaringan facebook. Zuckerberg pun akhirnya meminta bantuan dua temannya untuk mengembangkan facebook dan memenuhi permintaan kampus-kampus lain untuk bergabung dalam jaringannya. Dalam waktu 4 bulan sejak diluncurkan, facebook telah memasukan 30 kampus kedalam jaringan penggunanya.
Pada September 2005, Facebook tidak lagi membatasi jaringanya hanya untuk mahasiswa, tetapi juga untuk para siswa SMU. Beberapa waktu kemudian, Facebook membuka jaringanya untuk para pekerja kantoran. Dan akhirnya pada Septenber 2006, Facebook memutuskan untuk menerima pendaftaran dari siapa saja yang memiliki alamat e-mail.
Mark Zuckerberg (lahir di White Plains, New York, 14 Mei 1984; umur 25 tahun). Anak dari Edward dan Karen Zuckerberg. Ia adalah seorang programer komputer dan pengusaha asal Amerika Serikat. Menjadi kaya di umurnya yang relatif muda karena berhasil mendirikan dan mengembangkan situs jaringan sosial Facebook di saat masih kuliah dengan bantuan teman Harvardnya Andrew McCollum dan teman sekamarnya Dustin Moskovitz dan Crish Hughes. Saat ini ia menjabat sebagai CEO Facebook.[3]
Forbes mencatatnya sebagai milyarder termuda, atas usaha sendiri dan bukan karena warisan, yang pernah tercatat dalam sejarah. Kekayaannya ditaksir sekitar satu setengah miliar dolar Amerika.[4]
Awal tahun 2009 Mark Zuckerberg mendapat penghargaan Young Global Leaders.
(artikel sebagian diambil dari WikipediA)
"SANG PRIMADONA KINI KEHILANGAN PESONA"

Tahukah anda gunung Talaga Bodas? “WEG naar Talaga-Bodas”, demikian tulisan di bawah kartu pos bergambarkan dua ekor kambing yang sedang merumput di tengah jalan. Sementara itu, dua orang anak telanjang dengan latarbelakang rumah adat kampung Papandak seperti rumah gadang Padang menghadap ke fotografer.
Atelier Lux ( bahasa Latin yang artinya “terang”), sebuah studio fotografi di Societeitsstraat 15 (kini Jl.Ahmad Yani ) di Garut,mengeluarkan kartu pos pada tahun 1932 tersebut bukan tanpa alasan. Kata-kata pada kartu pos karya fotografer Margarethe Mathilde Weis-Senborn ( 1883-1964 ) warga Negara Belanda keturunan Jerman yang lahir di Kediri yang berarti “Jalan ke Talaga Bodas”, ditujukan sebagai sarana promosi waktu itu.
Ya, kala itu Gunung Talaga Bodas di perbatasan Kab.Garut dan Tasikmalaya menjadi primadona wisata alam selain gunung Tangkuban parahu di kab. Bandung karena keelokan gunnung Talaga Bodas pula, Garut di juluki Garut Mooi ( Garut molek.).
Keindahan kab. Garut dengan gunung Talaga Bodasnya waktu itu sangat di kenal oleh wisatawan asal Eropa. Keindahan gunung Talaga Bodas pamornya tidak kalah dengan Gunung Papandayan, Situ Bagendit, Situ Cangkuang, dan pemandian air panas Tarogong ( Cipanas ).
Saking terkenalnya, Gubernnur Jenderal Hindia Belanda tanggal 4 Februari 1924 mengeluarkan surat keputusan menjaadikan Gunung Talaga Bodas sebagai salah satu objek wisata. Sebagai upaya promosi, selain membuat dalam bentuk kartu pos karya Thilly ( panggilan Margarethe Mathilde Weissenborn ), detail peta dan jalur menuju kawasan wisata juga dibuat dalam bentuk buku-buku.
Itu dulu. Kini zaman sudah banyak berubah,. Setelah lebih dari 70 tahun berlalu,jalanan yang di foto Thilly sudah berubah menjadi jalan berbatu. Demikian pula dengan adat kampung papandat, sejak terbakar tahun 1935, para penduduknya tidak lagi bermukin disana. Bukan hanya jalan berbatu dan kampung adat papandak yang sudah berubah. Kawasan kawah Talaga Bodas pun sudah banyak mengalami perubahan. Rumput alang-alang setinggi dada memenuhi jalan setapak menuju objek wisata.
Kondisi ruas jalan hampir sepanjang 5 kilometer dari kota Kecamatan Wanaraja tidak layak dilalui kendaraan roda empat. “Dulu setiap musim liburan selalu berduyun-duyun. Kini, wisatawan sudah enggan datang kesini karena kondisi jalan yang sudah rusak berat. Banyak pengunjung yang memaksakan diri naik menggunakan mobil atau motor pribadi. Akan tetapi, karena karena tidak mengenal kondisi jalan,tidak sedikit kendaran yang rusak.”kata salah seorang penunjuk jalan dan penjual jasa motor sewaan di sekitar tempat itu.
Untuk mengunjungi sang primadona yang sudah mulai pudar ini, dari koto Bandung ato Jakarta kita bias menyusuri ruas jalan kota Leles dan melewati kota Kecamatan Cibatu hingga akhirnya melewati kota kecamatanWanaraja. Bisa juga kita melalui Nagreg kea rah Limbangan dan sebelum melalui kota Kecamatan Malangbong, di daerah Bandrek masuk ruas jalan menuju Cibatu untuk kemudian masuk ke kota Wanaraja.
Tantangan baru dirasakan saat berada di koto Kec. Wanaraja. Kondisi ruas jalan menuju Talaga Bodas rusak berat. Dibutuhkan waktu dua jam berkendaraan sepeda motor dan lima jam berjalan kaki.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung kesan, kendaraan bermesin ganda menjadi syarat mutlak. Namun, sepeda motor jenis sport dan ber kopling menjadi pilihan terbaik. Hal ini disebabkan ruas jalan cocok untuk satu kendaraan. Hanya, pengguna motor harus siap menanggung resiko, badan terasa dikocok selama dua jam karena harus melewati batu-batu yang menonjol dan lubang yang menganga.
Selain sarana jalanan yang tidak memadai, sampah juga semakin menambah suasana kumuh Gunung Talaga Bodas yang dulu di gambaarkan oleh Thilly melalui karya-karya fotonya sebagai si molek sang primadona wisata di tatar priangan.
Ya, “Weg naar Talaga Bodas” tidak lagi menjadi ajakan menarik kita untuk mengunjungi Gunung Talaga Bodas yang kini sudah merasa kumuh dan merana.
‘Ya…..begitulah sobat tentang nasib sang primadona teh” mudah-mudahan atuh dengan Bupati Garut yang baru Bpk Aceng H.M fikri dan wakilnya Bpk Dicky Candra bisa kembali menengok untuk membangun sarana dan prasarana, tempat wisata Gunung Talaga Bodas supaya kembali lagi seperti dulu,dan ini pasti akan menarik lagi para wisatawan yang ingin berkunjungkesana.
Langganan:
Postingan (Atom)





![We Will Not Go Down - Michael Heart (Song for Gaza) [Arabic Subtitles].mp3](http://img502.imageshack.us/img502/8661/purple.gif)

